6 Juni 2013

Silat Memang Beda

Gerak para pendekar silat begitu lincah. Ada yang loncat sana, loncat sini, tahu-tahu musuh sudah terpelanting. Mereka tak segan menggebrak panggung yang beralaskan matras agar menimbulkan efek dramatis.


Tempo alunan alat musik pun ikut mempengaruhi gerakan para pendekar. Entah itu gamelan atau rebana, bila tempo tiba-tiba naik pendekar-pendekar itu jadi "trengginas". Seolah tanpa ampun ingin menghabisi sang musuh. Sesaat tempo turun, aksi pendekar jadi kalem berubah menuju gerak kembangan. Gerak kembangan sendiri adalah sikap pasang menghadapi musuh. Begitu luwes bila sang pendekar sedang menunjukkan gerak kembangannya.

Tak ketinggalan juga performance dari para srikandi silat (pendekar perempuan). Aku salut dengan mereka. Salut karena secara fisik boleh dibilang cantik-cantik (hehe..) tapi mereka tak canggung menampilkan aksi yang menawan. Main pukulan, kaki diangkat tinggi, lalu tangkisan yang berujung pada bantingan. Semua terlihat luwes! Aku harus bilang woww!!! Dibalik kelembutan perempuan ternyata ada potensi "menakutkan". Hahaha...

Andai aku ada kesempatan berkenalan dengan salah satu srikandi tersebut. Mbak, jenengmu sopo? (Modus!)

Ya, inilah demo pencak silat di hari pertama rangkaian acara Malioboro Pencak Festival 1 -2 Juni 2013. Esok masih ada acara pawai silat dimana aku ikut berpartisipasi sebagai peserta.

Ini juga jadi pengalaman pertamaku ikut pawai silat. Aku jelas mewakili perguruanku, Merpati Putih. Dengan seragam putih, celana hitam, sabuk merah, aku terlihat gagah. Hahaha... Tak sabar ingin unjuk gigi.

Sepanjang Malioboro berubah jadi lautan pendekar silat. Berbagai perguruan tumpah ruah meramaikan acara ini. Ada yang masih kecil, ABG, setengah baya, hingga yang tua, sampai bule-bule semua semangat berpawai.

Dari perguruan Merpati Putih menampilkan aksi tangkap-kunci dan ilmu getaran. Tangkap-kunci secara sederhana adalah teknik praktis cara menangkap lalu mengunci lawan. Sedangkan ilmu getaran adalah ilmu yang dimiliki Merpati Putih. Jadi, ilmu inilah yang menjadi ciri khas Merpati Putih.

Peragaan ilmu getaran di depan tamu undangan diwakilkan oleh Merpati Putih Cabang Jogja. Kalau aku ikut cabang sleman. Jadi tidak ikut atraksi getaran. Belum mampu juga. hehe... Atraksi pertama dimulai dengan bersepeda dengan mata tertutup oleh salah satu anggota Merpati Putih Cabang Jogja. Dia cewek, lumayan manis juga. hahaha... kerenlah pokoknya. Lalu dia turun dari sepeda memberikan bunga pada tamu undangan dilanjut membaca kartu nama. Semua dilakukan dengan mata tertutup! Riuh tepuk tangan menggema. Woww!!!

Ada lagi satu yang yahud, yaitu menembak balon dengan senapan angin. Masih dengan mata tertutup! Entah siapa nama mas yang nembak itu, yang jelas saat penonton meneriakan "pink..." tiba-tiba balon warna pink pecah terkena peluru senapan angin. It's cool!

Kira-kira seperti itu ringkasan acara Malioboro Pencak Festival dari hari pertama sampai hati terakhir. Intinya silat itu beda. Beda dengan beladiri lain. Beda secara gerakan, secara filosofi, maupun secara keilmuan.

Karena masih terpukau jadi masih bingung mau nulis seperti apa. Maklum. :)